AKREDITASI STANDAR PPISHP

Penerapan Laboratorium Pengujian SNI ISO/IEC 17025:2008

Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan dalam perannya sebagai Laboratorium Pengujian memiliki laboratorium mikrobiologi, kimia dan organoleptik untuk melakukan pengujian terhadap produk hasil perikanan. Penerapan SNI ISO/IEC 17025:2008 merupakan tanggung jawab laboratorium agar dapat memberi jaminan keabsahan hasil uji. Pada tahun 2017, Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan melakukan integrasi laboratorium pengujian antara laboratorium pengujian mutu hasil perikanan (LP-018-IDN) yang berlokasi di Pluit dengan laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan budidaya perikanan (LP-915-IDN) yang berlokasi di Ciganjur. Penerapan sistem SNI ISO/IEC 17025:2008 berlangsung sepanjang laboratorium masih berjalan.

Oleh karena itu, sangat diperlukan pemeliharaan terhadap sistem tersebut. Pemeliharaan ini mencakup :

  1. Rapat koordinasi internal pada tahun 2017 membahas masalah-masalah yang ada di laboratorium, integrasi laboratorium, pelatihan personil, stok media, perawatan alat dan isu lain yang terkait.
  2. Audit Internal, Audit terhadap kesesuaian pelaksanaan sistem manajemen mutu SNI ISO/IEC 17025:2008 dan dilaksanakan oleh personil Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan pada tanggal 21- 22 November 2017
  3. Kaji Ulang Dokumen, Kaji ulang dokumen dilaksanakan di ruang rapat laboratorium Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan yang dihadiri oleh 20 orang personel sistem manajemen mutu laboratorium Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan terdiri dari manajer mutu, manajer teknis, manajer umum, deputi, penyelia dan analis laboratorium. Kaji ulang dokumen dipimpin oleh manajer mutu dengan pembahasan dokumen level 1 hingga dokumen level 4.
  4. Kaji Ulang Manajemen (KUM), Kaji ulang manajemen dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2017 di Kantor Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan Dihadiri oleh Manajer Teknis, Manajer Mutu, Deputi Manajer Teknis, Deputi Manajer Mutu, Deputi Manajer Umum, Penyelia Organoleptik, Penyelia Kimia, Penyelia mikrobiologi, administrasi dan tim sistem mutu. Kaji ulang manajemen meliputi audit internal, kesesuaian kebijakan dan prosedur, umpan balik pelanggan dan pengaduan, jenis pekerjaan dan ruang lingkup pengujian, hasil uji banding/profisiensi, studi banding/pelatihan/in-house training, laporan staf manajerial, tindakan perbaikan dan pencegahan, sasaran mutu 2017, rekomendasi peningkatan dan pembacaan hasil kaji ulang manajemen tahun 2016.
  5. Peningkatan Berkelanjutan (continuous improvement), Pelatihan teknis telah dilaksanakan oleh personel laboratorium membahas tentang keselamatan laboratorium dan pembaharuan metode uji. Personil yang ikut pelatihan diwajibkan mensosialisasikan hasil pelatihan kepada seluruh personel laboratorium.
  6. Uji Profisiensi, Partisipasi dalam uji banding antar laboratorium atau program uji profisiensi merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh laboratorium yang telah diakreditasi oleh KAN. Pada tahun 2017 laboratorium pengujian Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan mengikuti uji profisiensi yang diselenggarakan oleh FAPAS (Food Analysis Performance Asessment Scheme) United Kingdom. Uji profisiensi FAPAS yang diikuti adalah parameter mikrobiologi dan kimia sebanyak 6 parameter.
  7. Penanganan Limbah Laboratorium, Penanganan limbah laboratorium Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan yang telah kedaluwarsa pada tahun 2017, diantaranya limbah organik, standar logam berat dan asam pekat. Limbah-limbah tersebut akan disubkontrakkan kepada pihak ketiga agar dapat ditangani sesuai dengan prosedur, dalam hal ini semua limbah akan didata baik jumlah dan kondisinya terlebih dahulu.
  8. Reference Material, Pada tahun 2017 laboratorium pengujian Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan dalam rangka jaminan mutu selain mengikuti uji profisiensi juga mengadakan pembelian reference material/Quality Control Material (QCM) dari FAPAS dengan parameter uji histamin, antibiotik, dan logam berat.
  9. Seluruh kegiatan tersebut telah terlaksana dan menunjukkan bahwa Laboratorium Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan berhasil memelihara sistem manajemen sesuai klausul-klausul yang tertuang dalam SNI ISO/IEC 17025:2008.

Penerapan Lembaga Inspeksi SNI ISO/IEC 17020:2012

Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan dalam perannya sebagai Lembaga Inspeksi dalam rangka penerbitan sertifikat hasil inspeksi sesuai dengan sistem manajemen mutu ISO/IEC 17020:2012. Merupakan tanggung jawab Lembaga Inspeksi Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan untuk memelihara agar dapat memberi jaminan keabsahan terhadap hasil inspeksi yang dilakukan. Penerapan sistem ISO/IEC 17020:2012 berlangsung sepanjang lembaga inspeksi masih berjalan.

Oleh karena itu, sangat diperlukan pemeliharaan terhadap sistem tersebut. Pemeliharaan ini  mencakup :

  1. Rapat koordinasi internal pada tahun 2017 membahas masalah-masalah yang ada di lembaga inspeksi, pelatihan personil, peraturan yang berkaitan dengan pencabutan penerbitan Health Certificate dan isu lain yang terkait.
  2. Surveilen dari Komite Akreditasi Nasional pada tanggal 14- 16 Maret 2017

Peningkatan Berkelanjutan (continuous improvement), pelatihan teknis telah dilaksanakan oleh personel lembaga inspeksi untuk memelihara kompetensi dan juga pemahaman terhadap sistem mutu lembaga inspeksi sesuai dengan SNI/ISO 17020:2012

Penerapan Lembaga Sertifikasi Produk SNI ISO/IEC 17065:2012

Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan mempunyai tujuan agar dapat menerapkan sistem jaminan mutu sebagai lembaga sertifikasi produk yang sesuai dengan SNI ISO/IEC 17065:2012, untuk itu dibutuhkan pelatihan terhadap personil. Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan telah berkomitmen menjadi Lembaga Sertifikasi Produk yang menerapkan SNI ISO/IEC 17065:2012 sebagai tanggung jawab LSPro agar dapat memberi sertifikasi produk/tanda SNI pada hasil perikanan.

Oleh karena itu, sangat diperlukan pemeliharaan terhadap sistem tersebut. Pemeliharaan ini mencakup :

  1. Rapat koordinasi internal pada tahun 2017 membahas masalah-masalah yang ada di lembaga sertifikasi produk, UMKM, laboratorium subkontrak, pelatihan personil, perawatan alat, peraturan yang terkait dengan sertifikasi produk dan isu lain yang terkait.
  2. Audit Internal, audit terhadap kesesuaian pelaksanaan sistem manajemen mutu SNI ISO/IEC 17065:2012 telah dilaksanakan oleh personil LSPro PPISHP pada tanggal 31 Juli – 1 Agustus 2017.
  3. Kaji Ulang Dokumen, Kaji ulang dokumen dilaksanakan di ruang rapat laboratorium Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan yang dihadiri oleh 20 orang personel sistem manajemen mutu LSPro Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan terdiri dari manajer representatif, manajer teknis, manajer umum, deputi, evaluator dan reviewer. Kaji ulang dokumen dipimpin oleh manajer representatif dengan pembahasan dokumen level 1 hingga dokumen level 4.
  4. Kaji Ulang Manajemen (KUM), Kaji ulang manajemen dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus di Kantor Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan Pluit. Dihadiri oleh Manajer Teknis, Manajer Representatif, Deputi Manajer Teknis, Deputi Manajer Representatif, Deputi Manajer Umum, Evaluator, Reviewer, administrasi dan tim komite skema. Kaji ulang manajemen meliputi audit internal, kesesuaian kebijakan dan prosedur, umpan balik pelanggan dan pengaduan, jenis pekerjaan dan ruang lingkup sertifikasi produk, kebutuhan pelatihan/in-house training, laporan staf manajerial, tindakan perbaikan dan pencegahan, sasaran mutu 2017, dan target Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan untuk mendapat sertifikat akreditasi Lembaga Sertifikasi Produk pada tahun 2018.
  5. Evaluasi proses produksi yang telah dilakukan oleh evaluator LSPro Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan di siomay chipsy.
  6. Akreditasi yang dilakukan oleh badan eksternal dalam hal ini adalah Komite Akreditasi Nasional (KAN). Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan telah mengajukan akreditasi Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) berdasarkan SNI ISO/IEC 17065:2012 kepada KAN dan telah dilakukan assesment pada tanggal 28-29 November 2017. Dalam assesment tersebut ditemukan ketidaksesuaian sebanyak 18 dengan 2 kategori mayor, 9 kategori minor dan 7 observasi.
  7. LSPro Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan telah mengirimkan bukti tindakan perbaikan temuan assesment kepada KAN (melalui sistem KANMIS) pada tanggal 22 Desember 2017. Dari 18 temuan, jawaban tindakan perbaikan yang telah dinyatakan memenuhi sampai tanggal 29 Desember 2017 ada 17 temuan. Satu temuan masih dalam proses koreksi dari asesor KAN.
  8. Sistem manajemen lembaga telah ditetapkan dan diimplementasikan cukup Manajemen puncak dan personel LSPro Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan berkomitmen dalam menerapkan sistem manajemen berdasarkan SNI ISO/IEC 17065:2012 dengan keuangan yang didukung oleh APBD dari Pemda DKI Jakarta.
  9. LSPro Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan memiliki skema sertifikasi type 3 untuk 7 ruang lingkup produk yang diajukan akreditasinya serta didukung oleh 3 personel evaluator/inspektor dan 3 reviewer yang memadai serta memiliki 5 personil komite imparsialitas.
  10. Sistem manajemen dikelola dan diterapkan dengan efektif serta didukung oleh laboratorium yang sudah terakreditasi dengan nomor LP-018-IDN dan didukung oleh lembaga inspeksi yang sudah terakreditasi dengan nomor LI-060-IDN.

Seluruh kegiatan tersebut telah terlaksana dan menunjukkan bahwa Lembaga Sertifikasi LSPro Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan telah menerapkan sistem manajemen sesuai dengan SNI ISO/IEC 17065:2012 dan memenuhi ketentuan KAN. Tujuh ruang lingkup yang diajukan untuk diakreditasi, dapat dilanjutkan untuk proses akreditasi berikutnya apabila semua ketidaksesuaian ditindaklanjuti dan ditutup.